Kegiatan


'Jika Penyebarluasan Radikalisme Tak Lagi Face to Face, Mencegahnyapun dengan Cara yang Sama

Pontianak, FKPT Center - Kegiatan Pelibatan Pelajar dalam Pencegahan Terorisme kembali dilaksanakan oleh BNPT dan FKPT Kalimantan Barat, setelah sebelumnya vacum hampir selama 4 bulan akibat mewabahnya Covid-19. Kegiatan ini diharapkan mampu mengatasi penyebarluasan radikalisme di kalangan pemuda dan pelajar yang saat ini sudah tak lagi dilakukan secara face to face. 
 
Pelibatan Pelajar dalam Pencegahan Terorisme yang di antaranya diisi dengan lomba video pendek untuk pelajar SMA dan sederajat, merupakan agenda rutin BNPT dan FKPT yang sudah berlangsung selama 4 tahun terakhir. Output dari kegiatan ini adalah dihasilkannya video pendek bermuatan pesan damai yang terunggah di media sosial, sebagai materi kontrapropaganda atas ideologi radikal terorisme yang banyak tersebar luas di dunia maya. 
 
"Kami melihat ini menjadi semacam metode yang cerdas, bagaimana penyebarluasan radikalisme yang tak lagi face to face, ditandingi dengan cara yang sama," kata Sekretaris FKPT Kalimantan Barat, Alexander Rombonang, pada sambutannya di pembukaan kegiatan, Rabu (22/7/2020). 
 
Alexander menambahkan, jika diamati saat ini penyebarluasan ideologi radikal terorisme banyak terjadi di dunia maya, khususnya media sosial. Kalangan pelajar yang di masa pandemi ini harus mengikuti proses pembelajaran via dalam jaringan, disebutnya berpotensi terpapar idelogi tersebut. 
 
"Karenanya upaya membentengi pelajar harus dilakukan secara terus menerus. Pemahaman akan bahaya ideologi radikal, sekaligus penguatan wawasan kebangsaan, tak boleh putus dilakukan," tambah Alexander. 
 
Pada kesempatan yang sama Alexander juga menyampaikan apresiasinya atas keikutsertaan pelajar di Kalimantan Barat pada lomba video pendek. Saat ini sudah ada beberapa video yang dihasilkan dan didaftarkan ke panitia di BNPT. "Semoga akan ada karya pelajar Kalimantan Barat yang ditetapkan sebagai pemenang, sehingga mampu menambah motivasi keikutsertaan pelajar lainnya, yang sekaligus ini akan memperbesar potensi keberhasilan pencegahan terorisme," tandasnya. 
 
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Barat, Hermanus, pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi dan dukungan pemerintah daerah atas terselenggaranya kegiatan ini. Dia berharap kegiatan semacam ini mampu mendukung upaya penciptaaan stabilitas keamanan di masyarakat. 
 
Dalam sambutannya Hermanus berbagi tips untuk pelajar peserta kegiatan bagaimana caranya agar terbebas dari pengaruh ideologi radikal terorisme. Di antaranya tak lelah mempelajari ilmu pengetahuan dan meningkatkan ketaqwaaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga persatuan dan kesatuan dalam kemajemukan di Indonesia, mendukung aksi perdamaian yang diselenggarakan oleh pemerintah, serta berani berperan melaporkan kepada aparat keamanan jika di lingkungan tempat tinggalnya ditemukan potensi aksi terorisme. 
 
"Semua lapisan masyarakat bisa ikut berperan mencegah terjadinya aksi terorisme, tak terkecuali pemuda dan pelajar," pungkas Hermanus. [shk/shk]